Masyarakat
modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai
budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini. Pada umumnya
masyarakat modern tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat
kota. Namun tidak semua masyarakat kota tidak dapat disebut masyarakat
modern,sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya
gelandangan.
Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan
umat manusia telah mengalami perubahan. Saat ini dunia tidak lagi berada dalam
dunia kognisi atau dunia tidak lagi mempunyai pusat kebudayaan sebagai dasar
pencapaian kesempurnaan tata nilai kehidupan dikarenakan oleh pola pikir masyarakat
yang sudah modern. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri
sama tinggi, yang saya maksud disini adalah tentang pandangan masyarakat/remaja
indonesia yang berbeda beda, kita duduk sama rendah karena kita memposisikan
diri seperti masyarakat barat/asing dan itu sudah berjalan sejak lama mulai
dari cara kita berkomunikasi, berpakaian atau berprilaku, berdiri sama tinggi
disini adalah pemikiran-pemikiran masyarakat modern yang memandang bahwa dunia
saat ini sudah berubah dan semakin maju, contoh besarnya adalah melalui pemanfaatan
sarana internet karena 90% masyarakat indonesia mengenal kebiasaan-kebiasaan
dalam berbudaya asing dari sarana tersebut dan 10% lagi adalah adanya kontak sosial
dari warga barat/asing melalui para turis yang berkunjung ke indonesia maupun
dari perbatasan negara.
Lokalitas kebudayaan karenanya menjadi tidak
relevan lagi dan menjadi norma kebudayaan baru. Remaja indonesia cenderung mengadaptasi
berbagai kebudayaan dan mengambil sedikit dari berbagai keragaman budaya yang
ada, yang dirasa cocok untuk dirinya tanpa harus mengalami kesulitan untuk
bertahan dalam mensejahterakan budaya masyarakat indonesia. Hal ini akan sangat
berpangaruh untuk menciptakan kelompok-kelompok remaja baru dan akan mengakar
pada generasi selanjutnya seperti yang dapat kita lihat pada sarana internet
saat ini dalah satunya adalah sosial media.
Perubahan tersebut dikenal sebagai perubahan
sosial atau social change. Perubahan sosial merupakan bagian dari
perubahan budaya, namun perubahannya hanya mencakup kesenian, ilmu pengetahuan,
teknologi, filsafat, kecuali organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan sosial
tersebut bardampak pada munculnya semangat-semangat untuk menciptakan produk
baru yang bermutu tinggi dan hal inilah yang menjadi dasar terjadinya revolusi industry.
Menurut Prof Sartono, asketisme dan expertise ini merupakan kunci
kebudayaan akademis untuk menuju budaya yang bermutu.
Perubahan sosial inilah yang mendorong masyarakat
untuk terus berkarya dan terus menciptakan hal-hal baru guna meningkatkan
kemakmuran hidupnya, sehingga masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang
modern. Sedangkan proses menjadi masyarakat yang modern disebut dengan istilah
Modernisasi. Jadi dengan kata lain, modernisasi
ialah suatu proses transformasi total, suatu perubahan masyarakat dalam segala
aspeknya.
Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut
mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur
kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem
mata pencaharian dan stratifikasi masyarakat.
Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris
menjadi industrialisasi, pada perubahan ini memberi
pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan masyarakat di wilayah
industri
dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian, karena semakin padatnya penduduk
maka akan semakin membesarnya kelompok-kelompok baru tersebut dan lokalitas remaja
indonesia akan semakin berkurang.
Kita tidak dapat menyalahkan kelompok-kelompok baru ini karena tidak
dapat dipungkiri bahwa kelompok/remaja/masyarakat tersebut merupakan bagian
dari karakter-karakter masyarakat modern namun kita tidak boleh lupa akan
lokalitas dari tanah air ini.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar